POLA KHAS YANG DITEMUKAN PADA SIDIK JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK-ANAK TUNA NETRA DI KOTA PADANG

  • Meliya Wati (Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat)
Abstract view : 417 times
PDF - 385 times

Abstract


Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi sidik jari dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit keturunan. Menurut penelitian yang sudah berkembang, kelompok yang memiliki penyakit keturunan memiliki ciri-ciri sulur tertentu. Pola-pola sulur permukaan telapak tangan terbentuk sejak umur embrio 13 minggu dan tidak berubah seumur hidup. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan mengamati tipe pola pada jari dan telapak tangan pada sampel yang diambil secara purposive. Penelitian pola-pola sulur permukaan telapak tangan yang telah dilakukan menunjukkan pola loop radial memiliki persentase terbesar yaitu 40,5%. Persentase tipe pola Loop radial yang paling tinggi sebesar 40,5 %.  Pola loop ulnar sebesar 39 % ,Whorl sebesar 20,5

%   dan pola arch 0%. Frekuensi ditemukannya pola sulur pada telapak tangan

adalah I3 =55,5% dan I4=60%.


Keywords


Pola sulur pada jari dan telapak tangan, Tunanetra

Full Text:

PDF

References


Anonimus. 1993. Penuntun Daktiloskopi. Jakarta: Pusat Identifikasi Polri Markas

Besar kepolisian Negara Republik Indonesia.

Anonimous. 2010. Definisi Tunantera. Diakses dari htp. www// google.com

Campbell, Edward D. 1998. Fingerprints & palmar Dermatogliphyies. Diakses dari Http. www//google.com.

Edy, Widianto Setiono. Apakah Anda Ingin Menemukan Potensi Unggul Anak

Anda Sejak Dini. PT. Gramedia.

Li, H., H-G. Zhang, L. Jin. D. Lu. 2003. Evolution, Heredity and Gene- Localization of Intestigital Patterns. Journal of Genetic and Molecular Biology. Vol. 14 No. 4, 252-262. December 2003.

Misbach, ifa H. 2010. Dahsyatnya sidik jari: menguak bakat dan potensi untuk merancang masa depan melalui fingerprint anallisys. Jakarta : Visi media

Putriani, E. 2006. Pola Dermatoglifi Ujung Jari dan Telapak Tangan Anak Penderita Autisme di Pusat Terapi Harapan Bunda Air Tawar Padang[skripsi].FMIPA Jurusan Biologi UNP.

Rafiah, 1988. Sejarah Dermatoglifi. Medika, No 6 14 juni

Dermatoglifi Tipe Pola Dan Jumlah Ujung Jari Tangan Beberapa Strata Pendidikan Masyarakat Indonesia. Disertasi Doktor. Universitas Indonesia. Jakarta.

Ramani, P., Abhilash, H. J. Sherlin, Anuja, P. Premkuman, Chandrasekar, Sentamilselvi, Janaki. 2011. Conventional Dermatoglyphics_Revived Concept: A Review. International Journal of Pharma and Bio Science. Vol2/Issue 3/ Jul-sept 2011.

Rosida, L. & Panghiyangani R. 2006. Gambaran Dermatoglifi Pada Penderita Sindrom Down Di Banjarmasin dan Martapura Kalimantan Selatan. Jurnal Anatomi Indonesia. 1(2): 71-78.

Wati, dkk. BioCONCETTA

Sufitni. 2007. Pola Sidik Jari Pada Kelompok Retardasi Mental dan Kelompok

Normal. Majalah Kedokteran Nusantara. 40(3): 180-191.

Tirtamasni, R. 2014. Dermatoglofi Ujung Jari Dan Telapak Tangan Penderita Hemofilia Di Sumatera Barat[Skripsi]. STKIP PGRI Sumbar. Padang

Triwani. 2013. Pemeriksaan Dermatoglifi sebagai Alat Identifikasi dan

Diagnostik. Universitas Sriwijaya. Palembang

Zhou, Yunyu et,al. 2002, Application and development of palm research.

Biomedical Engineering Center, Beijing Polytecnic University.

Zainuddin, Zayadi. 2010. Dermatoglifi Ujung dan Telapak Tangan Penderita Buta

Warna. Volume 6 No.2 Juli 2010. 608-611.




DOI: https://doi.org/10.22202/bc.2015.v1i2.1506


Refbacks

  • There are currently no refbacks.