INVENTARISASI JENIS KATAK (RANIDAE) SEBAGAI KOMODITI EKSPOR DI SUMATERA BARAT

  • Wince Hendri (Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta)
Abstract view : 278 times
PDF - 272 times

Abstract


 

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis keanekaragaman jenis katak (Ranidae) yang ditangkap untuk diperjualbelikan penduduk di daerah Sumatera Barat sebagai komoditi ekspor. Penelitian dilakukan di daerah Sijunjung, Ujung Gading (Pasaman), Mentawai (Siberut Tengah) dan Tarusan (Painan) dengan metode penangkapan secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis katak yang sering ditangkap dan diperjualbelikan adalah jenis Fejervarya limnocharis ditemukan pada lokasi Ujung Gading (Pasaman), Sijunjung dan Painan; Limnonectes blythii ditemukan di Sijunjung, Pasaman, Mentawai, Rana erythraeaditemukaan di Pasaman dan Painan, Rana chalconata dan Limnonectes sp. Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat beberapa jenis katak berukuran besar sepeti Limnonectes blythiidan. Limnonectes sp. jarang ditemukan, tetapi katak berukuran kecil Fejervarya limnocharis ditemukan  dalam  jumlah  yang  banyak.  Dari  penelitian  ini  dapat  disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis katak Ranidae yang ditangkap di Sumatera Barat mempunyai gambaran spesies yang berbeda  pada kawasana daerah yang berbeda. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan penelitian lebih mendalam kepada keanekaragaman genetik mengingat beberapa jenis sangat jarang ditemukan serta menganalisis hubungan filogenetik diantara dan di dalam  spseies itu ditemukan


Keywords


filogenetik, inventarisasi, dan kenekaragaman

Full Text:

PDF

References


Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Matchell. 2003. Biology jilid III. Jakarta: Erlangga.

Djong, T. H., D. I. Iskandar dan D. Gusman. 2010. Hubungan Filogenetik Spesies Limnonectes (Ranidae: Amphibia) Asal Sumatera Barat dan Asal Asia Tenggara Berdasarkan gen 16S Ribosomal RNA. Makara Sains. Vol.

No. 1 April 2010:79-87

, M. Matsui., M. Kuramoto., D. M. Belabut., Y. H. Sen., M. Nishioka and M. Sumida. 2007. Morphological Divergencce, Reproduktive Isolating Mechanisme, and Moleculer Phylogenetic Relationship Among Indonesia, Malaysia, and Japan Population of Fejervarya limnocharis oplex (Anura, Ranidae) Zoological Sciens 24: 1197-1212

Vol. 1, No. 2, 2015 Inventarisasi Ranidae di Sumatera Barat

Duellman, W. E. and L. Trueb. 1994. Biology of amphibian.The Johns Hopkins

University Press. Baltimore 670. pp.

. 1993. Amphibian Species of the World: Additions and

Corrections. Univ Kansas Publ. Mus. Nat. Hist. 21:1-372.

Hellen, Kurniati. 2006. The Amphibians Species In Gunung Halimun National Park,West Java, Indonesia: 107 – 120. Research Center for Biology, Indonesian Institute of Sciences(UPI),Widyasatwaloka Building, Jalan Raya Cibinong Km 46,Cibinong 16911, West Java, Indonesia.

Inger, R. F., and D. T. Iskandar, 2005. A Collection of Amphibian from WEST Sumatera, “Whith Description of New Species of Megophrys (Amphibia: Anura. The Rafles of Zoology 53(1): 133-142

Iskandar, D. T and W.R. Erdelen. 2006. Conservation of Amphibians and Reptiles in Indonesia: Issues and Problems. Amphib. Reptile Conserv. 4(1):60-93

Amfibi Jawa dan Bali. 1. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

hal.

Islam, M. M., Khan, M. M., Tjong, D. H., Alam, M. S., & Sumida, M. (2008).

Genetic differentiation of the Fejervarya limnocharis complex from Bangladesh and other Asian countries elucidated by allozyme analyses. Zoological science,25(3), 261.

IUCN (2004), Conservation International, and NatureServe. Global Amphibian

Assessment. www.globalamphibians.org

Kusrini, M. D. and R. A. Alford. 2006. Indonesia’s exports of frogs’ legs.

Traffic Bull. 21(1): 13-24.

_______, M. D., A. Fitri, H. Utama, D. M. Nasir, D. Ardiansyah, V.

Lestari and R. Rachmadi. 2005. Project 202404: Ecology And Conservation of Frogs of Mount Gede Pangrango National Park. Bogor, Institut Pertanian Bogor: 23 hal.

______, M. D., A. Mardiastuti and A. Fitri. 2003. Promoting Frog ConservationThrough Environmental Education And Research Experience: Pilot Project in West Java, Indonesia. Dalam: M. D. Kusrini, A. Mardiastuti And T. Harvey (Eds) Prosiding Seminar Hasil Penelitian Konservasi Amfibi dan Reptil di Indonesia. Bogor, 8 Mei

Bogor, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan.Institut

Pertanian: 45-51.

Sugiri, N. 1979. Studi Beberapa Aspek Biologi Katak Batu di Beberapa Wilayah dan Kedudukan Taksanya. Program Pascasarjana IPB Bogor

Van Kampen, P. N. 1923. The Amphibia of the Indo-Australian Archipelago. E.

J. Brill,Ltd.Leiden.




DOI: https://doi.org/10.22202/bc.2015.v1i2.1508


Refbacks

  • There are currently no refbacks.