POLIPLOIDISASI KATAK RANA CANCRIVORA

Ria Kasmeri

Abstract


Katak merupakan komoditas perikanan yang sangat penting, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Rana cancrivoramerupakan salah satu katak yang dikonsumsi dan dieksper keluar negeri. Akibat adanya eksploitasi mengakibatkan menrunnya populasi katak rana cancrivora. Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk menekan turunnya populasi katak dapat dilakukan dengan cara pembudidayaannya. Salah satu cara manipulasi kromosom adalah dengan poliploidi. Poliploidi dapat dilakukan dengan memberi perlakuan suhu.Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah kejutan suhu panas 36ᴼC selama 10 menit yang diperlakukan pada telur setelah difertilisasi dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : Perlakuan A (Tanpa perlakuan kejutan suhu (kontrol), perlakuan B (Telur 15 menit setelah fertilisasi), perlakuan C (Telur 30 menit setelah fertilisasi),p erlakuan D (Telur 45 menit setelah fertilisasi) dan perlakuan E (Telur 60 menit 

setelah fertilisasi). Setelah telur katak menetas dilakukan analisis poliploidisasi. Dari penelitian didapatkan bahwa Poliploidi katak Rana cancrivoradengan pemberian Kejutan Suhu 36oC belum mampu menghasilkan individu katak yang poliploid.

 


Keywords


Poliploidisasi, Rana cancrivora

Full Text:

PDF

References


Arie, Usni. 1999. Pembibitan dan Pembesaran Bullfrog. Penebar Swadaya.

Don J, dan Avtalion RR, 1986. The Induction of Triploidy in Oreochromis aureus by Heat Shock. Theor. Appl. Genet.,72: 186–192

Firmansyah, R. 2007. Mengenal Amphibi. ARMICO Bandung.

Komen, J. 1990. Clones of Common Carp, Cyprinus carpio. New Perspectives in Fish Research. Thesis. Agricultural University. Wageningen. 1–44.

Mukti, Akhnad Taufiq.,Rustidja.,Sutiman Bambang Sumitro dan Mohammad Sasmito Djati. 2001. Poliploidisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Polyploidyzation of Common Carp (Cyprinus carpio L.)

http://images.atoxsmd.multiply.com/attachment/0/RmArSAoKCsYAAFflFdY1/poliploidasi%20ikan%20mas.pdf?nmid=44553471.

Mistar. D. dan T Iskandar. 2003. Panduan Lapangan Amfibi Kawasan Ekosistem Leuser.

Nasaruddin. 2008. Karakteristik Habitat dan Beberapa Aspek Biologi Kodok Raksasa (Limnonectes cf. grunniens). Vol.9 No.4 : 182-187. http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/udejournal/7.%20nasaruddin.pdf

Pandian TJ, dan Varadaraj K, 1988. Techniques for Producing All Male and All Triploid Oreochromis mossambicus. Dalam: Pullin RSV, Bhukaswan T, Tongthai K, dan Maclean J, (Eds.) The Second International Symposium on Tilapia inAquaculture. ICLARM. Conference Proceedings 15. Departement of Fisheries Bangkok Thailand and International Center for Living Aquatic Resources Management Manila Philippines. 243–249.

Rustidja. 1991. Aplikasi Manipulasi Kromosom pada Program Pembenihan Ikan. Makalah dalam Konggres Ilmu Pengetahuan Nasional V. Jakarta. 23.

Setyono, Budi. 2009. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Bahan Pada Pengencer Sperma Ikan “Skim Kuning Telur” Terhadap Laju Fertilisasi, Laju Penetasan dan Sintasan Ikan Mas (Cyprinus Carpio).

Suryo. 1990. Sitogenetika. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Thorgaard GH, 1983. Chromosome Set Manipulation and Sex Control in Fish. Dalam: Hoar WS, Randall DJ, dan Donaldson EM, (Eds.)




DOI: http://dx.doi.org/10.22202/bc.2016.v2i2.1532

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




BioCONCETTA Visitor