PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL 5E MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERARGUMEN SISWA PADA MATERI EKOLOGI

Abstract view : 38 times
PDF - 22 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model 5E melalui pendekatan saintifik terhadap kemampuan berargumen siswa pada materi ekologi. Desain penelitian menggunakan pretes-posttes non-equivalen control group desain. Populasi penelitian eksperimen adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima, sejumlah 10 kelas dengan populasi 350 siswa. Sampel dipilih dengan tehnik simple random sampling dari 10 kelas yang ada diambil 4 kelas sebagai sampel dengan jumlah sampel 131 siswa. Kelas X1, dan X2, menerapkan pembelajaran model 5E melalui pendekatan saintifik dan kelas X5,danX9menerapkan pembelajarant model EEK.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran model 5E melalui pendekatansaintifik terhadap kemampuan berargumen siswa pada materi ekologi (t = 4,482, p =0,000).

Keywords


Pembelajaran model 5E, Pendekatan Saintifik, Kemampuan Berargumen

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2011. Mata Pelajaran Science. Kementrian Pendidikan Nasional. Direktorat Pendidikan Dasar. Direktorat Pembina Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Quality EndorsedCompany.

Bass, J. EContat, T.L. and Carin, A. A. 2009. Teaching Science as Inquiry. Boston: Pearson.

Bell, P., & Linn, M. C., 2007. Scientific Argument as Learning Artifact: Designning for Learning from the Web with KIE. International Journal of Science Education. (online): http://www.designbasedresearch.org/reppubs/bell-Linn.pdf, Diakses tanggal 20Maret 2018.

Chankian, Jeeraporn, Adisak Singseewo, dan Penkae Thamsananupap. 2012. Science Curriculum Development on Environmental Conservation, with an Emphasis on the Promotion of Critical Thinking Skills for Mathayomsuksa 1 Students. European Journal of Scientific Research, (Online): Vol.67 Nomor 4, (http://www.europeanjournalofscientificresearch.com/ISSUES/EJSR_67_4_03.pdf, diakses 4 Desember2012).

Corebima, A.D. 2005. Keterampilan Proses: Pemberdayaan dan Asesmen. Makalah disajikan dalam Workshop bagi Mahasiswa dan Guru Pelaksana PTK A2 di Batu, Malang, 24 Juni 2005

Deming, J.C., and M.S. Cracolice. 2004. Learning How to Think. The Science Teacher. Dick,W,

Gronlund, N.E & R.L Linn., 1990. Measurement and Evaluation in Teaching. 6th. Ed. New York: MacMillan Publishing Company.

Jufri, A.W. dan Jekti, S. D. D. 2010. Efektifitas Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri dengan Strategi Kooperatif dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa SMP. Jurnal Pendididkan dan Pembelajaran, vol 17, No 2. Oktober 2010.

Mangao, D. D. 2011. Enhancing Higher Order Thinking Skill in Secondary ScienceVia Information and Communication Technology. Penang. Southeast Asian Minister of Education Organizasion. Regional Center for Education in Science and Mathematics.

Osborne, J, Erduran, S, Simon, S. 2007. Enhancing The Quality of Argument in School Science. School Science Review, June 2001, 82(301)

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

Suppe, F., 2000. Understanding Scientific Theories: An Assessment of Developments 1969–1998. Philosophy of Science. (online) https://www.princeton.edu/~hhalvors/teaching/phi520_f2012/Suppe_2000.pdf, Diakses tanggal 25 Pebruari 2018

Sutrisno, J. 2010. Menggunakan Keterampilan Berpikir Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran. (Online): (http//www.scribd.com/doc/54977805/ artikel-erlangga, dakses 15 Desember2012).

TIM BBE. 2003. Pola Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup, Melalui Pendekatan Pendidikan Berbasis Luas. Lembaga Pengabdian Masyarakat UNESA_JATIM: SIC. Depdiknas.

Usman, U.M. 1996. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Gramedia




DOI: https://doi.org/10.22202/bc.2018.v4i1.2734


Refbacks

  • There are currently no refbacks.