SARKASME Dalam LIRIK LAGU DANGDUT KEKINIAN (KAJIAN SEMANTIK)

Abstract view : 860 times
PDF - 335 times

Abstract


Abstrak

Tulisan ini berisi pembahasan tentang diksi yang terdapat pada lirik lagu dangdut kekinian. Pembahasan ini dilandasi pandangan bahwa diksi merupakan pilihan kata yang menunjukkan maksud atau hal yang akan ditujukan. Diksi atau pilihan kata sangat berperan dalam komunikasi, baik lisan, maupun tulisan. Diksi pada lirik lagu merupakan penyampaian pesan. Jika maksud yang disampaikan pembicara ataupun penulis berbeda dengan yang ditanggapi pendengar atau pembaca, maka diksi yang digunakan berarti kurang tepat, sehingga bermakna ganda. Kreativitas pilihan kata yang digunakan pada lirik lagu, juga mewakili makna dari lagu tersebut. Tulisan ini akan menguraikan perubahan makna yang berjenis sarkasme dalam lirik lagu pada aliran musik dangdut masa kini atau kekinian. Lagu pada umumnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari generasi tua, muda, dewasa hingga anak-anak. Jika lagu yang didengar tidak sesuai dengan umurnya, maka hal ini secara tidak langsung dapat menghancurkan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak dimulai sejak dalam kandungan ibu. Calon bayi sudah diperdengarkan musik-musik klasik untuk merangsang motorik sehingga bayi lebih aktif bergerak. Karena musik klasik dianggap mirip dengan detak jantung sang ibu. Lagu yang berkembang saat ini lebih mengutamakan musik yang asyik diputar, lirik lagu yang mudah diingat, dibandingkan diksi yang menjiwai lagu tersebut. Hal ini mengakibatkan lagu tersebut kurang bermanfaat atau bermakna bagi pendengar. Jika hanya sekedar nikmat untuk didengar, maka sebuah lagu tersebut akan kehilangan jiwa karena tidak bermakna. Lagu atau nyanyian, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi ada maksud yang hendak disampaikan oleh pencipta lagu. 


Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik

Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka

Cipta.

Keraf, Gorys. 2010. Diksi Dan Gaya

Bahasa. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama.

Manaf, Ngusman Abdul. 2010. Semantik

Bahasa Indonesia. Padang: Unp

Press.

Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Parera, J.D. 2004. Teori Semantik. Jakarta:

Erlangga.

Samani, Muchlas dan Hariyanto. 2012.

Pendidikan Karakter. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Sitaresmi, Nunung dan Mahmud Fasya.

Pengantar Semantik

Bahasa Indonesia. Bandung:

UPI Press.

Sugono, dkk. 2008. Kamus Besar Bahasa

Indonesia (Edisi Keempat).

Jakarta: Gramedia.

Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran

Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Zubaedi. 2011. Desain Pendidkan

Karakter. Jakarta: Kencana

Prenada Media Group.




DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2016.v2i2.1040


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia