WUJUD KESANTUNAN BERBAHASA GURU: STUDI KASUS DI SD IMMERSION PONOROGO

Abstract view : 181 times
XML (Bahasa Indonesia) - 37 times PDF (Bahasa Indonesia) - 110 times

Abstract


Guru, digugu lan ditiru ungkapan tersebut menjadi salah satu latarbelakang dalam penelitian ini, sikap dan prilaku guru dapat menjadi contoh untuk siswanya termasuk dalam penggunaan bahasa. Seorang guru hendaknya menerapkan prinsip kesantunan berbahasa karena merupakan salah satu ciri khas seorang pendidik. Selain itu juga kesuksesan dalam berkomunikasi juga bergantung pola kesantunan dalam penggunaan bahasa. Tujuan dari penelitian ini (1) mendekripsikan bentuk kepatuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa (2) mendeskripsikan alasan dan tujuan dari tuturan yang mengandung bentuk kepatuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan pendekatan  kualitatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah lima guru SD Immersion, Ponorogo. Data dikumpulkan melalui metode simak, yang terdiri dari tiga teknik, yaitu teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan langkah berikut: (1) mentranskripsikan data hasil rekaman ke dalam bentuk tulisan, (2) mengklasifikasikan bentuk kesantunan berbahasa menurut Leech, (3) menganalisis bentuk bentuk kesantunan berbahasa, (4) menganalisis faktor terjadinya kepatuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa, dan (5) menyimpulkan hasil analisis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat bentuk kepatuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa oleh guru. Setiap pelanggaran kesantunan berbahasa oleh guru tidak memunyai tujuan yang kurang baik akan tetapi sebagai bentuk peringatan dan bentuk motivasi terhadap siswa.

Keywords


Maksim Kesantunan, Kepatuhan dan Pelanggaran, Guru

References


Aznawi, Mualiyah dan Safriwana Aras, 2015. “Strategi Kesantunan Bahasa Bugis dalam Tindak Tutur Memerintah di Desa Lamata Kecamatan Gilireng kabupaten Wajo”. KONFIKS: Jurnal Bahasa dan Vol. 2, No. 2, Desember 2015

Dorothy law nolte. 1998. Children Learn What They Live: parenting to inspire values (: New York: Workman Publishing Company.

Fahmi Gunawan, “Wujud Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Terhadap Dosen di STAIN Kendari: Kajian Sosiopragmatik”. ARBITRER: Jurnal Bidang Bahasa, Pengajaran Bahasa, dan , Vol. 1 No. 1 Oktober 2013

Gusriani, Nuri, dkk. 2012. “Kesantunan Berbahasa Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Belajar Mengajar di SMA Negeri 2 Lintau Buo”. Jurnal Pendidikan Bahasa dan , Vol. 1 No. 1 September 2012; Seri B 87

Jauhari, Heri. 2009, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: CV Pustaka Setia

Nurjamily, Wa Ode. 2015. “Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Lingkungan Keluarga (Kajian Sosiopragmatik)”. HUMANIKA: Jurnal Kajian pendidikan, bahasa Sastra dan Seni. No. 15, Vol. 3, Desember 2015

Pranowo. 2009. Berbahasa secara Santun. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Prayitno, Harun Joko. 2011. Kesantunan Sosiopragmatik Studi Pemakaian Tindak Direktif di Kalangan Andik SD Berbudaya Jawa. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Rihan, Eka K. 2015. “Kesantunan Pengungkapan Kalimat Perintah dalam Perkuliahan Bahasa Indonesia Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)”. DIALEKTIKA: jurnal bahasa, sastra dan pendidikan bahasa dan , No. 2, Vol.1, Juni 2015.

Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Rustina, M. (2014). Kesantunan Berbahasa dalam Komunikasi Antarguru di SMK Negeri 1 Martapura (Linguistic Politeness In Teachers Communications In SMK Negeri 1 Martapura). Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, Volume 2, 189–202.

Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi




DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2017.v3i2.2003


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia