STUDI KASUS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

Abstract view : 119 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 188 times

Abstract


Abstrak

Studi kasus ini berfokus pada  pembelajaran menulis teks eksposisi berdasarkan Kurikulum 2013 di SMA N I Surakarta . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan strategi studi kasus terpancang tunggal.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran menulis teks eksposisi, guru melakukan langkah pengkajian terhadap silabus. Berdasarkan silabus tersebut kemudian menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru bahasa Indonesia di SMA Negeri I Surakarta sudah memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap. Perangkat pembelajaran tersebut yaitu: (1) silabus Revisi Kurikulum 2013 dari pemerintah; (2) RPP menulis teks eksposisi dengan komponen yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016; dan (3) Analisis SKL, KI dan KD. Pada tahap pelaksanaan proses pembelajaran, pembelajaran menulis eksposisi dengan menerapkan strategi pembelajaran Think, Talk, Write serta memanfaatkan penggunaan media audio visual. Sedangkan pada tahap penilaian pembelajaran telah mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 yang menekankan  penilaian proses pembelajaran dan hasil belajar menulis teks eksposisi.

 

Kata kunci : menulis, teks eksposisi, Kurikulum 2013

Abstract

This case study focuses on learning how to write expository texts based on Curriculum 2013 in SMA N I Surakarta. This research uses descriptive qualitative method, with single staged case study strategy. Data collection techniques used are observation, document analysis, and in-depth interviews. The results showed that in the planning stage of learning how to write expository texts, the teacher conducted a study on the syllabus. Based on the syllabus, the teacher then developed the Learning Implementation Plan (RPP). Bahasa Indonesia teachers in SMA Negeri I Surakarta already have complete learning tools. Their learning tools are: (1) Revised syllabus of Curriculum 2013 from the government; (2) Lesson Plan on how to write expository text with components in accordance with Permendikbud Number 22 of 2016; and (3) Analysis of Graduates Competency Standard, Core Competency and Basic Competency. In the implementation stage of the learning process, learning how to write expository text is done by applying the learning strategy Think, Talk, Write and utilizing the use of audio visual media. While in the learning assessment stage, The activity has been referring to Permendikbud Number 23 of 2013 which emphasizes the assessment of learning process and the result of learning to write expository text.

 

Keywords: writing, expository text, 2013 Curriculum

 




DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2017.v3i2.2053


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia