CHARACTERISTIC BEHAVIOUR IN STUDENTS SPEECH WITH MINANGKABAU CULTURAL SETTING: INTERACTIONAL SOSIOLINGUISTICS APPROACH (WUJUD PERILAKU BERKARAKTER DALAM TUTURAN SISWA BERLATAR BUDAYA MINANGKABAU: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK INTERAKSIONAL)

Abstract view : 182 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 114 times


Abstract


ABSTRAK

Sosiolinguistik interaksional merupakan salah satu ancangan kajian wacana yang bersandar pada ujaran nyata dalam konteks sosial berdasarkan pandangan Gumperz dan Goffman. Fokus analisisnya terletak pada interpretasi dan interaksi yang didasarkan pada hubungan makna sosial dan makna linguistik. Fokus analisis menggunakan strategi wacana bertutur untuk orang lain, meliputi: peran penutur, makna tuturan (pelurusan, tampilan sosial, tampilan identitas, dan mengambil alih peran mitra tutur. Selain itu, Konteks lokal menjadi bagian penting dari kompetensi komunikatif bagi penutur, salah satunya dalam kelompok masyarakat Minangkabau. Langgam kata menjadi pijakan dalam bertutur. Penutur sangat memperhatikan siapa mitra tuturnya untuk memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam bertutur. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik interaksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud perilaku berkarakter dalam tuturan siswa berlatar belakang budaya Minangkabau tampak dari tuturan yang disampaikan. Siswa senantiasa memperhatikan mitra tutur supaya dapat memilih langgam kata yang tepat digunakan dalam berutur. Dengan memperhatikan langgam kato nan ampek dalam bertutur akan muncullah karakter masyarakat Minangkabau yang berbicara dengan penuh nasehat, kasih sayang, dan kearifan. Selain itu, menunjukkan jiwa solidaritas, kepedulian, dan rasa tanggung jawab di dalam kehidupan.

Kata Kunci: Perilaku Berkarakter, Budaya Minangkabau, Sosiolinguistik Interaksional

ABSTRACT

Interactional sociolinguistics is one of the approaches of discourse studies that rely on real expressions in the social context based on the views of Gumperz and Goffman. The focus of the analysis lies in the interpretation and interaction based on the relation of social meaning and linguistic meaning. The focus of analysis uses discourse-speaking strategies for others, including: the role of the speaker, the meaning of speech (alignment, social appearance, identity display, and taking over the role of the speaking partner), and the local context becomes an important part of the communicative competence for speakers, group of Minangkabau people, Langgam kata become a foothold in speech The speaker is very concerned about who the partners say to choose the right words used in the speech.Therefore, this article aims to describe the form of characteristic behavior in the student's speech of Minangkabau culture background. is qualitative with interactional sociolinguistic approach.The result of research indicates that the form of characteristic behavior in students' speech of Minangkabau culture background is seen from the speech given The students always pay attention to the said partner so that they can choose the right word is used in berut ur. By observing the style of kato nan ampek in speaking will appear character of Minangkabau people who speak with full advice, compassion, and wisdom. In addition, it shows the spirit of solidarity, caring, and a sense of responsibility in life.

Keywords: Character Behavior, Minangkabau Culture, Interactional Sociolinguistic


Keywords


Perilaku Berkarakter, Budaya Minangkabau, Sosiolinguistik Interaksional

References


Cahyaningrum, et al. (2018). Realisasi Kesantunan Berbahasa dalam

Interaksi Kelas di Sekolah Menengah Atas Berlatar Bahasa Jawa. Gramatika, 1(1), 71–84. https://doi.org/10.22202/JG.2018. V4i1.2434

Hakimy, I. (2004). Pegangan Penghulu, Bundo Kanduang, dan Pidato Alua Pasambahan Adat di Minangkabau. Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Kuntarto, E. (2016). Kesantunan Berbahasa Ditinjau dari Perpektif Kecerdasan Majemuk. Jurnal Ilmiah Universitas Baranghari Jambi, 16(2), 58–73.

Navis, A.A. (1986). Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Pustaka Grafiti Press.

Salmadanis dan Duski Samad. (2003). Adat Basandi Syarak: Nilai dan

Aplikasinya Menuju Kembali ke Nagari dan Surau. Jakarta: Kartika Insan Lestari Press.

Sari, Y. (2018). Wujud Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Asing

Program Darmasiswa di Universitas Gadjah Mada. Gramatika, 1(1), 118–128. https://doi.org/10.22202/JG.2018.V4i1.2380

Schiffrin, D. (2007). Ancangan Kajian Wacana. Terjemahan Unang, dkk. Editor Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Setiawan, H. & Syamsuddin R. (2017). Wujud Kesantunan Berbahasa

Guru: Studi Kasus di SD Immersion Ponorogo. Gramatika, 2(2), 145–161. https://doi.org/10.22202/JG.2017. V3i2.2003

Yanda, D. P. (2017). Kesantunan Berbahasa Anas Urbaninggrum

Pasca Jadi Tersangka KPK dalam Kasus Hambalang. Gramatika, 1(2), 119–130. https://doi.org/10.22202/JG.2017.V3i2.1280



DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2018.v4i2.2673



Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia