STRUCTURAL ANALYSIS AND CHARACTER VALUE IN THE KIJANG MASINAN LEGEND NGRAYUDAN NGAWI (ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI KARAKTER DALAM LEGENDA MASINAN KIJANG NGRAYUDAN NGAWI)

Abstract view : 119 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 66 times


Abstract


The purpose of this study describes the history, structural analysis, and the value of character education of the legend of Masinan Kijang Ngrayudan Ngawi, East Java. Data collection through interviews, documentation, and observation. Data analysis technique used qualitative analysis of inductive model with purposive sampling technique. Based on the research results found that the Legend of the Former Deer consists of figures Raden Patah or Kiai Ageng Gagar and Putri Sendang Kaputren. There is a disappointment of love that claps one hand between the two. Until finally Putri Sendang Kaputren pregnant and displaced in a forest. After her birth, her baby is suckled by a deer when the Princess is looking for food for her baby. Found six elemental structures and four character values. Analysis of the structure that is 1) theme: sacrifice, 2) plot: forward, 3) character and characterization: Kiai Ageng Gagar (dashing and hard), Putri Sendang Kaputren (good and patient), Putri's father Sendang Kaputren (firm, hard, (4) setting: Ngrayudan Village, Gagar Village, Telaga Sarangan, and Ngrayudan Forest in the afternoon and evening with a sad and gripping atmosphere, 5) point of view: third person all-knowing , 6) message: not selfish and always keep nature and its contents. The four character values are the value of religius, independent characters, responsibility, and hard work.

 

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan sejarah, analisis struktural, dan nilai pendidikan karakter legenda Masinan Kijang Ngrayudan Ngawi, Jawa Timur. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif model induktif dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa legenda Masinan Kijang terdiri atas tokoh Raden Patah atau Kiai Ageng Gagar dan Putri Sendang Kaputren. Terdapat kekecewaan cinta yang bertepuk sebelah tangan di antara keduanya. Hingga akhirnya Putri Sendang Kaputren hamil dan mengungsi di sebuah hutan. Setelah kelahirannya, bayinya disusui oleh kijang saat Sang Putri mencari makanan untuk bayinya. Ditemukan enam struktur unsur dan empat nilai karakter. Analisis struktur tersebut yakni 1) tema: pengorbanan, 2) alur: maju, 3) tokoh dan penokohan:  Kiai Ageng Gagar (gagah dan keras), Putri Sendang Kaputren (baik dan sabar), Ayahanda Putri Sendang Kaputren (tegas, keras, dan berwibawa), dan  seekor kijang (baik hati dan suka menolong), 4) latar: Desa Ngrayudan, Dusun Gagar, Telaga Sarangan, dan hutan Ngrayudan pada petang dan malam hari dengan suasana sedih dan mencekam, 5) sudut pandang: orang ketiga serba tahu, 6) amanat: tidak egois dan selalu menjaga alam beserta isinya. Keempat nilai karakter tersebut yakni nilai karakter religius, mandiri, tanggung jawab, dan kerja keras.


Keywords


structural, character, legend, deer, Ngawi, struktural, karakter, legenda, kijang, Ngawi

References


Abdulfatah, M. R., Widodo, S. T., & Rohmadi, M. (2018). Pendidikan Karakter dalam Novel Mahamimpi Anak Negeri Karya Suyatna Pamungkas Tinjauan Psikologis Sastra. Gramatika, 4(1), 12–23.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Desa Ngawi. (2018). Wilayah Desa Ngrayudan. Retrieved June 2, 2018, from http://ngrayudan.desangawi.id/p/wilayah-desa.html

Hooykaas, C. (1952). Penjedar Sastra. Terjemahan Raihoel Amar. Djakarta: JB Wolters-Groningen.

Kasnadi, & Sutejo. (2010). Kajian Prosa: Kiat Menyisir Dunia Prosa. Ponorogo: P2MP SPECTRUM.

Kemendikbud. (2017). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar SMP/MTs Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.

Kemendiknas. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan.

Komariah, Y. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Cerita Rakyat Kuningan Terintegrasi Nilai Karakter dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP. Deiksis, 5(1), 100–110.

Maulana, N. T., Suryanto, E., & Andayani. (2018). Analisis Struktural dan Nilai Pendidikan Cerita Rakyat Serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMP. Gramatika, 4(1), 139–149. Retrieved from https://doi.org/10.22202/JG.2018.V4i1.2424

Miharja, D. (2016). Wujud Kebudayaan Masyarakat Adat Cikondang dalam Melestarikan Lingkungan. Religious: Jurnal Agama Dan Lintas Budaya, 1(1), 52–61. Retrieved from http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Religious

Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak : Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saputro, A. N. (2017). Pengembangan Buku Ajar Menulis Sastra yang Berorientasi pada Pembentukan Karakter Siswa. Gramatika, 3(2), 182–193. Retrieved from http://dx.doi.org/10.22202/JG.2017.V3i2.2024

Sukmana, E. (2018). Aspek Sosial Budaya dalam Cerita Rakyat Enyeng di Desa Cipancar. Deiksis, 5(1), 18–23.

Supriyadi. (2006). Pembelajaran Sastra yang Apresiatif dan Integratif di Sekolah Dasar. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.

Supriyono, S., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2018). Diksi Konotatif Puisi-Puisi Subagio Ssatrowardoyo dan Implementasinya dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA. Gramatika, 4(1), 104–117.

Suryaman, M. (2010). Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sastra. Cakrawala Pendidikan, XXIX(Edisi Khusus Dies Natalis UNY), 112–126.

Wahyuningtyas, S., & Santosa, W. H. (2011). Sastra: Teori dan Implementasi. Surakarta: Yuma Pustaka.

Widianti, N., Nuryatin, A., & Indiatmoko, B. (2017). Nilai Moral dalam Cerita Babad Cirebon: Berdasarkan Penceritaan di Keraton Kanoman. Journal Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 24–31.



DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2018.v4i2.2675



Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia