HARMONY VALUE IN THE MINANGKABAU PROVERB (NILAI HARMONI DALAM PRIBAHASA MINANGKABAU)

Abstract view : 107 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 44 times

Abstract


Tawuran di kalangan antarpelajar sering menjadi berita di media masa, baik media cetak maupun media cetak elektronik. Bahkan pada media elektronik aksi tawuran itu sering di tayangkan. Sangat terlihat bahwa nilai harmoni itu telah kritis di kalangan masyarakat. Penyebab tawuran itu ada yang disebabkan oleh perebutan pacar misalnya yang terjadi di kalangan remaja merupakan sesuatu yang tak patut untuk dipermasalahkan. Aksi tawuran dan sejenisnya  bisa membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Jika kita tidak cepat menanggapi keadaan ini bisa saja integritas bangsa dan negara ini terganggu. Minangkabau memiliki peribahasa yang sangat kaya dengan ajaran-ajaran  positif bagi berkehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Peribahasa ini merupakan salah satu kearifan lokal yang harus digali atau diteliti dan kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembinaan-pembinaan terhadap kepribadian, pembentuk karakter bangsa, terutama generasi muda. Pribahasa Minangkabau ada yang berbentuk bidal, pameo, perumpamaan, sindirian, mamangan, petuah dan sebagainya.

Kata kunci: nilai harmoni, pribahasa minangkabau

 


References


Andela, dkk. 2014. Petatah-Petitih Minangkabau dalam Penciptaan Komposisi Musik Batampek. Bercadik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 2 (14) 1-10.

Hakimy, Idrus. 1978. 1000 Pepatah-Petitih-Mamangan-Bidal-Pantun-Gurindam. Bandung: CV ROSDA Bandung

Hasanuddin, 2016. Warisan Budaya Takbenda Ungkapan Tradisional Minangkabau: Kearifan Lokal Masyarakat tentang Tunjuk Ajar dan Nasihat-nasihat Mulia. Jurnal Humanus: Universitas Negeri Padang, 15 (2), 131-141.

Marnita, Rina dan Oktavianus. 2008. Perilaku Berbahasa Masyarakat Minangkabau dan Pengaruhnya Terhadap Pemakaian Ungkapan Sebagai Media Pendidikan Informal Keluarga. Jakarta: Unika Atma Jaya

Navis, Anas. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru : Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta : Grafiti Press

Nurhayati. 2004. Kata Kiasan Terancam Punah. Harian Umum Singgalang. Edisi 26 April 2004

Oktavianus. 2013. Semangat Profesionalisme Dalam Peribahasa Minangkabau. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13 (2), 1-10.

Rosni, 2011. Citra Perempuan dalam Peribahasa Minangkabau. Wacana Etnik: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, II (1), 39-58.

Saydam, Gouzali. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Minangkabau. PPIM. Padang: Gunatama University Press

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Yendra, 2016. Wujud Kias dalam Tambo Minangkabau. Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2 (2), 133-145.




DOI: https://doi.org/10.22202/jg.2018.v4i2.2751


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia