Komunikasi Keluarga Dalam Pencegahan Perilaku Bullying Bagi Anak

Preciosa Alnashava Janitra, Ditha Prasanti

Abstract


Communication process occurs in every aspect of life, including family. When people interact to each other, sometimes it may lead to bullying. Bullying is not a new phenomenon, especially in family. Bullying means verbal and physical threat, force and violence which conduct repeatedly, for instance by the older children to their younger sister or brother. This is the uniqueness of this research. Family communication becomes main foundation to prevent bullying. Researcher see this phenomenon as a unique problem to be studied. Based on that phenomenon, researcher interested to study “Family Communication in Preventing Bullying Behavior for Children”. Result shows that family communication in preventing children’s bullying behavior covers: (1) In order to prevent bullying, an effective family communication process has to be strived, including respect, empathy, audible (2) Causative factor of bullying is inappropriate parenting in context of family communication.

 

Proses komunikasi berlangsung dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam lapisan masyarakat dan lapisan keluarga. Ketika manusia melakukan interaksi satu sama lainnya, kadang-kadang mengarah pada perilaku bullying. Bullying bukanlah fenomena yang baru lagi, khususnya dalam sebuah keluarga. Bullying artinya ancaman, pemaksaan, kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan berulang-ulang, misalnya kakak kepada adiknya. Disinilah letak keunikan penelitian ini. Komunikasi keluarga menjadi pondasi utama untuk mencegah terjadinya perilaku bullying bagi anak. Peneliti melihat fenomena ini merupakan masalah yang unik dan menarik untuk diteliti. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengangkat “Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Perilaku Bullying bagi Anak”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dalam pencegahan perilaku bullying bagi anak meliputi: (1) Untuk mencegah bullying harus diupayakan proses komunikasi keluarga yang efektif yaitu: respek, empati, audible; (2) Adapun faktor penyebab terjadinya perilaku bullying adalah pengasuhan orangtua yang tidak tepat dalam konteks komunikasi keluarga


Keywords


Communication, Family, Preventing, Bullying, Children

Full Text:

PDF

References


Astuti, P. R. (2008). Meredam Bullying: 3 Cara Efektif Menanggulangi Kekerasan Pada Anak. Jakarta: Grasindo.

Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Coloroso. (2003). Stop Bullying (Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Pra-Sekolah Hingga SMU). Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Connolly, I., & O’Moore, M. (2003). Personality and Family Relations of Children Who Bully. Personality and Individual Differences, 35, 559–567.

Hanurawan, F. (2010). Psikologi Sosial; Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Himawati, I. P., Nopianti, H., Hartati, S., & Hanum, S. H. (2016). Analisis Pemenuhan Hak Dasar Anak Pada Program “Kota Layak Anak”Di Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 5(1), 37–49.

Holt, M. K., Kantor, G. K., & Finkelhor, D. (2009). Child Concordance about Bullying Involvement and Family Characteristics Related to Bullying and Peer Victimization. Journal of School Violence, 8, 42–63. http://doi.org/10.1080/15388220802067813

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga : Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Yogyakarta: Kencana.

Melia, Y. (2016). Upaya Keluarga Dalam Penyembuhan Pasien Penyakit Jiwa; Studi Pada Pasien Penyakit Jiwa di RSJ HB. Sa’anin Padang. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 5(2), 102–112.

Mulyana, D. (2005). Metodologi Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muntaha, A. (2011). Berpisah-Menyatudan Berbagi Ruang Rindu di Media Barudalam Ilmu Komunikasi : Sekarang danTantangan Masa Depan. Jakarta: Prenada Media Group.

Olweus, D. (1997). Bully/Victim Problems At School: Facts And Effective Intervention. European Journal of Psychology of Education, XII(4), 495–510.

Olweus, D. (2006). Olweus Bullying Questionnaire. Center City, MN: Hazelden.

Prasanti, D. (2016). Perubahan Media Komunikasi dalam Pola Komunikasi Keluarga di Era Digital. Jurnal COMMED.

Rohim, S. (2009). Teori Komunikasi, Perspektif, Ragam & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Stein, J. A., Dukes, R. L., & Warren, J. I. (2007). Adolescent Male Bullies, Victims, and Bully-Victims: A Comparison of Psychosocial and Behavioral Characteristics. Journal of Pediatric Psychology, 32(3), 273–282.

Yin, R. K. (2002). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.22202/mamangan.1878

Article Metrics

Abstract view : 789 times
PDF - 679 times
asd

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Sosial Mamangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JURNAL ILMU SOSIAL MAMANGAN INDEXED BY :

              

 

 

 

Editorial Office :

Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Sumbar

Kampus I, STKIP PGRI Sumatera Barat

Jl. Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat

Telp. (0751) 7053731, Fax. (0751) 7053826

Email: redaksimamangan@gmail.com 

 

Jurnal Mamangan Visitors

Lisensi Creative Commons

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.