Evaluasi Proyek pembangunan Sosial Pada Kelompok Masyarakat Kawasan Hutan Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, NTT

Firdaus Firdaus

Abstract


Social development concept has evolved over the last decades, especially post-criticism of physical development oriented. The social development are more social-oriented and prioritizing people through participatory approaches. This asrticle discusses the evaluation of a Community as social development project in the Mbleliling forest area, West Manggarai. The community group founded by multi-stakeholders called Forum Masyarakat Peduli Kawasan Mbeliling (FPKM) is intended to social development around the forest area. After one year, the forum has been evaluated on a large multistakeholder meeting. The evaluation results show that the forum has not been able to answer the multistakeholder expectations against its founders. The problem of funding and coordinating are the main factors causing the inability of the forum to carry out the institution's mandate.


Pasca kritik pembangunan berorientasi fisik berkembang beberapa dekade terakhir, berkembang konsep pembangunan sosial yang lebih berorientasi pada aspek sosial dan mengutamakan manusia melalui pendekatan partisipatif. Artikel membahas evaluasi terhadap proyek pembangunan sosial melalui kelompok masyarakat di kawasan hutan Mbeliling, Manggarai Barat. Kelompok masyarakat yang dibentuk oleh multifihak yang bernama Forum Masyarakat Peduli Kawasan Mbeliling (FPKM) tersebut ditujukan untuk pembangunan sosial kemasyarakatan di sekitar kawasan hutan. Setelah satu tahun didirikan, dilakukan evalusi terhadap keberadaan forum. Hasil evalusi menunjukkan bahwa keberadaan kelompok belum mampu menjawab ekspektasi multistakeholder terhadap pendirinya. Katiadaan dana dan sulitnya berkoordinasi menjadi faktor penyebab utama ketidakmampuan forum menjalankan mandat lembaga. 



Keywords


Social Development, FKPM, Social Project Evaluation

Full Text:

PDF

References


Bamberger, M., & Hewitt, E. (1986). Monitoring and Evaluating Urban Development Programs; A Handbook for Program Manager and Researcher. Washington DC: The World Bank.

Casely, D. J., & Kumar, K. (1991). Pemantauan dan Evaluasi Proyek Pertanian. Jakarta: UI Press.

Cernea, M. M. (1988). Mengutamakan Manusia Dalam pembangunan, Variabel-variabel Sosiologi dalam Pembangunan. Jakarta: UI-Presss.

Chamber, R. (1987). Pembangunan Desa Mulai dari Belakang. Jakarta: LP3ES.

Firdaus, F. (2012). Puar Cama Untuk Anak Cucu: Kearifan Lokal Untuk Sustainability Forest di Manggarai Barat. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 1(1), 39–50.

Hardjosoekarto, S. (2012). Construction of Social Development Index as a Theoretical Research Practice in Action Research. Systemic Practice and Action Research, 25(6), 493–509. http://doi.org/10.1007/s11213-012-9237-9

Haris, D. M. (2011). Strategi Pengembangan Usaha Sektor Informal Dalam Kemiskinan Di Perkotaan. In Simposium Nasional Otonomi Daerah (pp. 239–245). Jakarta: LAB-ANE FISIP Untirta.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2014). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mikkelsen, B. (2011). Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan: Panduan Bagi Praktisi Lapangan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Poerwanto, H. (2005). Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Relawan, I. N. (2014). Model Pemberdayaan Kelembagaan Usaha Miro & Kecil (UMK) Pada Unit Telkom CDC PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Sosiohumaniora, 16(2), 156–164.

Sakamoto, K. (2003). Social Development , Culture , and Participation : Toward Theorizing Endogenous Development in Tanzania. Graduate School of Asia-Pacifict Studies Waseda University (GSAPS).

Suherman. (2004). Karakteristik Kelaurga Miskin dan Analisis Program Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan : Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat. Universitas Andalas.

Susiana, S., & Indahri, Y. (2000). Pembangunan Sosial, Teori dan Implikasi Kebijakan. Jakarta: Depertemen Pengkajian dan Pelayanan Informasi Sekjend DPR RI bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung.

UNDP. (n.d.). Panduan ANSSP Volume 6-Monitoring dan Pengendalian. UN HABITAT.

Wauran, P. C. (2012). Strategi Pemberdayaan Sektor Informal Perkotaan di Kota Manado. Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah (PEKD), 7(3).

Wirutomo, P. (2011). Social Development Policies on Informal Sector in Solo. International Journal of Administrative & Arganization, 18(2), 94–107.

Wirutomo, P. (2013). Mencari Makna Pembangunan Sosial : Studi Kasus Sektor Informal di Kota Solo. Masyarakat, Jurnal Sosiologi, 18(1), 101–120.

Wirutomo, P. (2014). Sociological Reconceptualization of Social Development: With Empirical Evidence from Surakarta City, Indonesia. Asian Social Science, 10(11), 283–293. http://doi.org/10.5539/ass.v10n11p283

Yusnen. (1997). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Perencanan Pembangunan di Tingkat Nagari : Kasus Pada Nagari Ganggo Hiliah dan Nagari Pauah di Kabupaten Pasaman Propinsi Sumatera Barat. Universitas Andalas.




DOI: http://dx.doi.org/10.22202/mamangan.1926

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Ilmu Sosial Mamangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

JURNAL ILMU SOSIAL MAMANGAN INDEXED BY :

       

 

 

Lisensi Creative Commons

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional

 

 

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Visitors