Analisis Pemenuhan Hak Dasar Anak Pada Program “Kota Layak Anak” Di Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu

Ika Pasca Himawati, Heni Nopianti, Sri Hartati, Sri Handayani Hanum

Abstract


The purpose of this research is to find and to analyzes the fulfillment of the basic rights on child based on the regulation of the state minister for women empowerment and child protection of the republic of Indonesia No. 12 of 2011 on indicators district of a city worthy of child. The research was done in 2 areas which is located in Gading Cempaka Subdistrict, they are in Cempaka Permai and Lingkar Baratvillage. Research conducted with qualitative approach and data was collected  throughout observation, interview , FGD and study document . The result is a). In the both of areas have not had children forum which can directly accommodate the aspirations of children and do not involve children (age category of teenagers) on the activities and deliberations or work programs that exist in the environment RT or RW. b). In the both of areas has not been in the region of the unavailability of two consulting agencies for parents/family and child welfare agencies. c). In the both of areas has not been in an optimum manner use of leisure time and cultural activities it was found problems yet the number of program activity level of RT and RW aimed at maximizing the potential of children, as well as the unavailability of Green Open Space (RTH) as playing area that is safe and comfortable for children.

 

Tujuan penelitian ini ialah menemukenali serta menganalisis pemenuhan hak dasar pada anak yang didasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak Republik Indonesia No. 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten Kota Layak Anak. Penelitian dilakukan di 2 kawasan yang berada di Kecamatan Gading Cempaka, yakni Kelurahan Cempaka Permai dan Kelurahan Lingkar Barat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan informan melalui purposive dan snowball sampling. Adapun teknik pengambilan data dilakukan  melalui observasi, wawancara, FGD dan studi dokumen. Temua penelitian menunjukkan bahwa a). Kedua wilayah penelitian belum memiliki forum anak yang dapat mengakomodir aspirasi anak secara langsung serta belum melibatkan anak khususnya anak kategori usia remaja pada kegiatan dan musyawarah ataupun program kerja yang ada di lingkungan RT/RW maupun kelurahan, b). Di dua kawasan tersebut belum tersedia lembaga konsultasi bagi orang tua/keluarga dan lembaga kesejahteraan anak. c). Belum banyaknya program kegiatan di tingkat RT dan RW yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi anak serta belum tersedianya kawasan Ruang terbuka Hijau (RTH) sebagai kawasan bermain yang amandan nyaman bagi anak.


Keywords


Human Right of Children, Child-Friendly City Programe, Government

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, D. (2008). Interaksi Simbolik : Suatu Pengantar. Mediator, 9(2), 301–315.

Arifin, S. (2016). Kota Layak Anak Berbasis Kesehatan. Berkala Kedokteran, 12(1), 117–122.

Candraningrum, D. dkk. (2016). Takut akan Zina, Pendidikan Rendah, dan Kemiskinan : Status Anak Perempuan dalam Pernikahan Anak di Sukabumi, Jawa Barat. Jurnal Perempuan, 21(1), 149–186.

Dewi, S. M. (2011). Transformasi Kudus Sebagai Kota Layak Anak ( Tinjauan atas Pemenuhan Hak Sipil dan Partisipasi ). Muwazah, 3(1), 398–410.

Ekardo, A., Firdaus, & Elfemi, N. (2014). Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Nagari Lagan Hilir, Kab. Pesisir selatan. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 3(1), 1–9.

Ernawati, R. (2015). Optimalisasi Fungsi Ekologis Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Surabaya. Emara Indonesia Journal of Architecture, 1(2), 60–68.

Kristanto, D. (2011). Identifikasi Model Sekolah Ramah Anak (SRA) Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini Se-Kecamatan Semarang Selatan. Jurnal Penelitian PAUDIA, 1(1), 38–58.

Ritzer, G. (2004). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media Grup.

Sari, C. R., Elvawati, & Anggreta, D. K. (2013). Motivasi dan Strategi Keluarga Miskin Nagari Talu, Kab. Pasaman Barat Melanjutkan Pendidikan Anak ke Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 2(2), 74–81.

Subiyakto, R. (2012). Membangun Kota Layak Anak: Studi Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah. Sosio Religia, 10(1), 49–71.

Wismayanti, Y. F. (2012). Perlindungan Anak Berbasis Komunitas Di Wilayah Perbatasan ; Penelitian Aksi di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat. Sosio Konsepsia, 17(1), 1–17.




DOI: http://dx.doi.org/10.22202/mamangan.1928

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Sosial Mamangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

JURNAL ILMU SOSIAL MAMANGAN INDEXED BY :

       

 

 

Lisensi Creative Commons

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional

 

 

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Visitors